Enzo Fernandez kembali menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan dalam sepak bola dunia pada 2026. Gelandang asal Argentina tersebut memasuki babak baru dalam kariernya setelah meninggalkan Chelsea dan resmi bergabung dengan Manchester City pada penutupan bursa transfer musim panas. Kepindahan dengan nilai sekitar 125 juta poundsterling itu sekaligus menjadikannya salah satu pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Perjalanan Enzo menuju Manchester City menjadi menarik karena kariernya berkembang sangat cepat. Dalam rentang beberapa tahun, ia bergerak dari River Plate, menjalani masa peminjaman bersama Defensa y Justicia, tampil mengesankan di Benfica, menjadi juara dunia bersama Argentina, kemudian mendapatkan transfer bernilai besar menuju Chelsea.
Pada usia 25 tahun, Enzo telah mengumpulkan pengalaman yang biasanya membutuhkan perjalanan jauh lebih panjang. Ia sudah merasakan sepak bola Amerika Selatan, Portugal, Premier League, kompetisi Eropa, hingga dua edisi Piala Dunia bersama Argentina.
Enzo Fernandez Resmi Menjadi Pemain Manchester City pada 2026
Perkembangan terbaru Enzo Fernandez pada 2026 datang pada akhir bursa transfer musim panas. Manchester City mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk mendatangkan gelandang Argentina tersebut dengan nilai sekitar 125 juta poundsterling.
Enzo kemudian menandatangani kontrak lima tahun.
Kesepakatan tersebut membuat dirinya terikat dengan Manchester City hingga 2031.
Nilai transfernya menyamai salah satu rekor transfer terbesar dalam sepak bola Inggris. Enzo sekaligus mencatat pencapaian langka karena pernah berpindah klub dengan biaya lebih dari 100 juta poundsterling sebanyak dua kali.
Sebelumnya, Chelsea juga harus mengeluarkan dana sekitar 107 juta poundsterling ketika membawanya dari Benfica pada Januari 2023.
Kepindahan menuju Manchester City juga mempertemukan Enzo kembali dengan Enzo Maresca. Keduanya pernah bekerja bersama di Chelsea dan memiliki hubungan yang cukup baik dari sisi sepak bola.
Manchester City Membayar Mahal untuk Kemampuan Enzo di Lini Tengah
Manchester City tidak mengeluarkan dana sebesar itu hanya berdasarkan reputasi Enzo sebagai juara dunia.
Karakter permainannya memberikan berbagai pilihan di lini tengah.
Enzo dapat ditempatkan sebagai gelandang tengah, pemain yang beroperasi lebih dalam, maupun gelandang yang diberikan ruang bergerak ke area depan.
Kemampuan mengalirkan bola menjadi salah satu cirinya.
Ia mampu memainkan umpan pendek untuk menjaga penguasaan, tetapi juga mempunyai kualitas mengirim bola panjang menuju sisi lapangan atau ruang di belakang pertahanan lawan.
Dalam beberapa musim terakhir, kemampuan menyerangnya ikut berkembang.
Enzo semakin sering masuk ke kotak penalti dan mencari ruang untuk menyelesaikan peluang. Perubahan tersebut terlihat jelas pada musim terakhirnya bersama Chelsea.
Manchester City kini mendapatkan gelandang yang tidak hanya mampu mengatur permainan, tetapi juga mulai menghasilkan kontribusi gol secara rutin.
Musim 2025/26 Menjadi Salah Satu Periode Terbaiknya di Chelsea
Musim 2025/26 menjadi periode penting dalam perkembangan Enzo Fernandez.
Ia tampil sebanyak 54 kali di seluruh kompetisi bersama Chelsea dan menjadi salah satu pemain yang paling sering digunakan tim.
Enzo menghasilkan 15 gol serta tujuh assist.
Jumlah 15 gol membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua Chelsea pada musim tersebut di seluruh kompetisi.
Catatan itu cukup menarik mengingat posisi dasarnya bukan penyerang.
Lima dari 15 gol tersebut berasal dari tendangan penalti, sedangkan sisanya memperlihatkan peningkatan kemampuannya menemukan posisi di dekat kotak penalti.
Enzo juga mencetak sejumlah gol penting.
Ia menghasilkan gol penyeimbang pada menit akhir ketika Chelsea menghadapi Manchester City serta mencetak gol kemenangan dalam pertandingan melawan West Ham.
Perannya tidak hanya terlihat melalui angka.
Ketika kapten utama Reece James tidak bermain sejak awal, Enzo beberapa kali dipercaya memimpin Chelsea di lapangan.
“Menurut penulis, perkembangan terbesar Enzo terlihat dari keberaniannya bergerak lebih tinggi. Ia tidak lagi hanya dikenal sebagai pengatur tempo, tetapi mulai menjadi gelandang yang rutin menghasilkan gol.”
Sempat Menandatangani Kontrak Baru Chelsea hingga 2033
Salah satu bagian menarik dari transfer Enzo ke Manchester City adalah situasinya bersama Chelsea beberapa bulan sebelumnya.
Pada April 2026, Enzo sebenarnya telah memperpanjang kontraknya bersama klub London tersebut.
Kesepakatan itu membuat kontraknya berlaku hingga 2033.
Artinya, Chelsea berada dalam posisi yang sangat kuat ketika Manchester City datang membawa tawaran.
Klub tidak berada dalam tekanan untuk melepas sang pemain karena masa kontraknya masih sangat panjang.
Situasi tersebut turut menjelaskan mengapa nilai transfer Enzo bisa mencapai 125 juta poundsterling.
Chelsea akhirnya memperoleh keuntungan besar dari penjualannya meskipun mereka juga mengeluarkan biaya yang sangat tinggi ketika membawanya dari Benfica.
Piala Dunia 2026 Kembali Menunjukkan Kualitas Enzo bersama Argentina
Sebelum menyelesaikan transfer menuju Manchester City, Enzo menjalani turnamen besar bersama tim nasional Argentina.
La Albiceleste datang ke Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan setelah memenangkan edisi 2022 di Qatar.
Argentina kembali berjalan jauh.
Tim asuhan Lionel Scaloni berhasil mencapai final dan bertemu Spanyol.
Enzo memainkan peranan besar selama perjalanan Argentina, terutama ketika menghadapi Inggris pada semifinal.
Argentina tertinggal lebih dahulu sebelum Enzo mencetak gol penyeimbang pada menit ke 85.
Gol tersebut membuka jalan bagi kebangkitan Argentina.
Lautaro Martinez kemudian mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu untuk membawa Argentina menuju partai puncak.
Final Piala Dunia 2026 Berakhir Mengecewakan untuk Enzo
Partai final menghadapi Spanyol memberikan pengalaman berbeda dibandingkan final Piala Dunia 2022.
Pertandingan berlangsung ketat dan tidak menghasilkan gol sepanjang 90 menit.
Pada penghujung waktu normal, Enzo mendapatkan kartu kuning kedua sehingga Argentina harus memainkan babak tambahan dengan sepuluh pemain.
Spanyol kemudian berhasil mencetak gol pada babak tambahan dan memenangkan pertandingan 1 0.
Argentina harus puas sebagai runner up.
Bagi Enzo, hasil tersebut membuatnya gagal mendapatkan medali juara dunia kedua secara beruntun.
Meski demikian, perjalanan menuju final kembali menunjukkan bahwa dirinya telah menjadi pemain penting dalam susunan tim Argentina.
Ia bukan lagi pemain muda yang sedang mencari tempat seperti ketika datang ke Qatar pada 2022.
Piala Dunia 2022 Mengubah Nama Enzo Menjadi Bintang Dunia
Nama Enzo Fernandez mulai dikenal secara luas setelah Piala Dunia 2022.
Ketika turnamen dimulai, posisinya bahkan belum menjadi pilihan utama Argentina.
Lionel Scaloni memiliki sejumlah pemain yang lebih berpengalaman di lini tengah.
Situasi berubah ketika Argentina menghadapi Meksiko pada pertandingan kedua fase grup.
Enzo masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol indah yang membantu Argentina memenangkan pertandingan 2 0.
Gol tersebut menjadi titik penting.
Setelah pertandingan melawan Meksiko, Enzo mendapatkan kesempatan menjadi starter dan terus mempertahankan tempatnya.
Ia kemudian memberikan assist kepada Julian Alvarez ketika Argentina mengalahkan Polandia pada pertandingan berikutnya.
Menjadi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022
Performa konsisten membawa Enzo mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022.
Penghargaan tersebut terasa istimewa karena ia harus bersaing dengan banyak pemain muda terbaik dunia.
Enzo menjadi bagian penting ketika Argentina mengalahkan Prancis pada pertandingan final di Lusail.
Dalam laga tersebut, ia mencatatkan jumlah sentuhan dan tekel yang sangat tinggi serta menjadi salah satu pusat sirkulasi bola Argentina.
Performa sepanjang turnamen membuat nilai pasarnya meningkat sangat cepat.
Ketika Piala Dunia dimulai, ia baru beberapa bulan menjadi pemain Benfica.
Tidak lama setelah turnamen berakhir, sejumlah klub terbesar Eropa mulai membicarakan kemungkinan transfernya.
Chelsea akhirnya memenangkan persaingan.
Chelsea Membelinya dari Benfica dengan Harga Fantastis
Pada Januari 2023, Chelsea menyelesaikan transfer Enzo dari Benfica.
Nilai kesepakatannya mencapai sekitar 107 juta poundsterling dan ketika itu menjadi rekor pembelian pemain oleh klub Inggris.
Transfer tersebut terasa luar biasa karena Benfica baru mendatangkannya beberapa bulan sebelumnya.
Enzo tiba di Portugal pada musim panas 2022 dari River Plate.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, harga transfernya meningkat berkali kali lipat.
Chelsea melihat Enzo sebagai bagian penting dari pembangunan skuad mereka.
Ia langsung memperoleh peran besar di lini tengah meskipun klub sedang mengalami periode perubahan.
Adaptasinya juga mendapat perhatian karena Premier League memiliki kecepatan dan intensitas berbeda dari Liga Portugal.
Enzo Hanya Bermain Setengah Musim bersama Benfica
Perjalanan Enzo di Benfica memang terbilang singkat.
Ia datang pada 2022 dan langsung mendapatkan kepercayaan besar di lini tengah.
Dalam 29 penampilan bersama klub Portugal tersebut, Enzo menghasilkan empat gol dan tujuh assist.
Penampilannya semakin mendapatkan sorotan ketika Benfica tampil di Liga Champions.
Kemampuan menguasai bola di bawah tekanan serta kualitas umpannya membuat banyak klub mulai memperhatikannya bahkan sebelum Piala Dunia berlangsung.
Turnamen di Qatar kemudian mempercepat semuanya.
Benfica yang sebelumnya mengeluarkan sekitar 10 juta euro untuk membawanya dari River Plate akhirnya memperoleh keuntungan sangat besar ketika Chelsea datang beberapa bulan kemudian.
River Plate Menjadi Tempat Enzo Tumbuh sebagai Pesepak Bola
Sebelum dikenal di Eropa, perjalanan Enzo dimulai di Argentina.
Ia lahir di San Martin, Buenos Aires, pada 17 Januari 2001.
Nama lengkapnya adalah Enzo Jeremias Fernandez.
Hubungannya dengan River Plate bahkan sudah dimulai sejak kecil.
Setelah bermain untuk tim lokal Club La Recova, Enzo masuk ke lingkungan River Plate ketika masih berusia sekitar lima tahun.
Ia menjalani proses panjang di akademi sebelum mendapatkan kesempatan bersama tim senior.
Debut seniornya bersama River terjadi pada 2020 dalam pertandingan Copa Libertadores melawan LDU Quito.
Kesempatan reguler belum langsung datang karena River ketika itu mempunyai sejumlah gelandang berpengalaman.
Peminjaman ke Defensa y Justicia Menjadi Langkah Penting
River Plate kemudian mengambil keputusan untuk meminjamkan Enzo kepada Defensa y Justicia.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari perkembangannya.
Di bawah Hernan Crespo, Enzo memperoleh kesempatan bermain lebih banyak dan mendapatkan pengalaman dalam pertandingan kompetitif.
Bersama Defensa y Justicia, ia ikut meraih Copa Sudamericana 2020.
Klub tersebut kemudian kembali mendapatkan prestasi dengan memenangkan Recopa Sudamericana 2021.
Pengalaman tersebut membuat Enzo kembali ke River sebagai pemain yang jauh lebih siap.
Marcelo Gallardo kemudian memberikan peran lebih besar kepadanya.
Permainannya berkembang pesat dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama sebelum klub Eropa mulai datang.
Namanya Diambil dari Legenda River Plate Enzo Francescoli
Salah satu fakta menarik Enzo Fernandez berkaitan dengan namanya.
Ayahnya memberikan nama Enzo karena mengagumi Enzo Francescoli.
Francescoli merupakan salah satu legenda terbesar River Plate dan sepak bola Uruguay.
Hal tersebut membuat perjalanan Enzo Fernandez bersama River terasa mempunyai hubungan khusus dengan klub sejak dirinya lahir.
Ia kemudian benar benar tumbuh melalui akademi River hingga menjadi pemain tim utama.
Namun gaya bermain kedua pemain berbeda.
Francescoli dikenal sebagai pemain ofensif dengan kemampuan teknis tinggi, sedangkan Fernandez berkembang sebagai gelandang tengah yang lebih banyak terlibat dalam pengaturan permainan.
Tinggi Enzo Fernandez 178 Sentimeter
Enzo mempunyai tinggi sekitar 178 sentimeter.
Ukuran tersebut tidak membuatnya menjadi gelandang dengan fisik terbesar di Premier League.
Namun keunggulannya berada pada mobilitas, teknik, dan kemampuan mempertahankan bola.
Ia juga cukup aktif ketika tim kehilangan penguasaan.
Enzo tidak takut melakukan duel dan berusaha memberikan tekanan kepada pemain lawan.
Ketika menguasai bola, posisi tubuhnya membantu menentukan arah distribusi berikutnya dengan cepat.
Kemampuan menggunakan kaki kanan menjadi bagian utama permainannya, terutama ketika mengirim umpan diagonal.
Ia juga cukup percaya diri melakukan tembakan dari luar kotak penalti.
Posisi Enzo Tidak Hanya Sebagai Gelandang Bertahan
Banyak orang mengenal Enzo sebagai gelandang tengah, tetapi perannya dapat berubah mengikuti kebutuhan tim.
Ia dapat ditempatkan dekat gelandang bertahan untuk membantu pembangunan serangan dari belakang.
Dalam sistem lain, Enzo dapat bermain lebih tinggi.
Peran kedua terlihat semakin sering selama beberapa musim terakhir di Chelsea.
Ketika diberikan kebebasan bergerak ke depan, Enzo memiliki kemampuan masuk ke ruang kosong dan berada dalam posisi mencetak gol.
Catatan 15 gol pada musim 2025/26 menunjukkan perkembangan tersebut.
Kemampuan memainkan beberapa posisi menjadi salah satu alasan Manchester City bersedia menginvestasikan dana sangat besar untuk mendapatkannya.
Umpan Panjang Menjadi Salah Satu Senjata Utamanya
Salah satu ciri permainan Enzo adalah keberanian mengirim bola melewati beberapa garis lawan.
Ketika mendapatkan ruang, ia dapat memindahkan permainan dari satu sisi menuju sisi lain melalui umpan panjang.
Kemampuan tersebut berguna ketika lawan memberikan tekanan tinggi.
Alih alih selalu menggunakan kombinasi pendek, Enzo mampu mencari pemain di posisi yang lebih jauh.
Ia juga memiliki kemampuan memberikan umpan ke ruang kosong.
Karakter seperti ini membuatnya cocok untuk tim yang ingin mengontrol penguasaan bola.
Namun Enzo tidak hanya mengandalkan distribusi.
Ia mempunyai energi untuk bergerak dari area pertahanan menuju area serangan sehingga dapat menghubungkan beberapa bagian permainan.
Peningkatan Jumlah Gol Membuat Permainannya Semakin Lengkap
Pada awal kariernya di Chelsea, Enzo lebih dikenal melalui distribusi dan kreativitas.
Jumlah golnya tidak terlalu banyak.
Situasi tersebut berubah secara bertahap.
Pelatih mulai memberikan kesempatan kepadanya berada lebih dekat dengan kotak penalti.
Enzo kemudian menunjukkan kemampuan menyelesaikan peluang melalui tembakan jarak jauh, pergerakan tanpa bola, sundulan, serta tendangan penalti.
Musim 2025/26 menjadi bukti paling jelas ketika jumlah golnya mencapai 15 di seluruh kompetisi.
Perubahan peran tersebut memberikan pilihan tambahan bagi pelatih.
Jika sebelumnya lawan lebih fokus mengantisipasi umpannya, kini pergerakan Enzo menuju kotak penalti juga harus diperhatikan.
“Enzo berkembang menjadi gelandang yang jauh lebih lengkap karena kualitas distribusinya sekarang didampingi kemampuan memberikan kontribusi langsung di area serangan.”
Pernah Menjadi Pemimpin Chelsea Meski Masih Relatif Muda
Status Enzo di Chelsea bukan hanya terlihat dari menit bermain.
Ia juga beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten ketika Reece James tidak berada dalam susunan utama.
Kepercayaan tersebut cukup penting mengingat usia Enzo ketika itu masih berada di pertengahan 20 tahunan.
Chelsea mempunyai skuad dengan banyak pemain muda sehingga pengalaman Enzo di level internasional memberikan nilai tersendiri.
Ia sudah bermain dalam pertandingan final Piala Dunia, kompetisi Eropa, serta berbagai pertandingan besar Premier League.
Pengalaman tersebut membuat posisinya berkembang dari pemain baru menjadi salah satu figur penting dalam ruang ganti.
Hal inilah yang membuat kepindahannya ke Manchester City menjadi kehilangan besar dari sisi teknis maupun kepemimpinan bagi Chelsea.
Transfer Enzo Dua Kali Menembus 100 Juta Poundsterling
Fakta lain yang membuat perjalanan Enzo sangat tidak biasa adalah nilai transfernya.
Chelsea membayar lebih dari 100 juta poundsterling ketika mendatangkannya dari Benfica.
Tiga tahun kemudian, Manchester City kembali mengeluarkan lebih dari 100 juta poundsterling untuk mendapatkannya.
Dengan demikian, Enzo menjadi pemain pertama yang berpindah klub dengan biaya melebihi 100 juta poundsterling sebanyak dua kali.
Catatan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai pemain Argentina itu tetap sangat tinggi meskipun sudah menjalani beberapa musim di Premier League.
Chelsea bahkan memperoleh nilai penjualan lebih tinggi dibandingkan biaya ketika membelinya.
Usianya yang baru 25 tahun ketika transfer berlangsung juga memberikan Manchester City periode panjang untuk menggunakan jasanya.
Tugas Baru Enzo Fernandez bersama Manchester City Mulai Dinanti
Kedatangan Enzo memberikan pilihan baru bagi lini tengah Manchester City.
Ia bergabung dengan tim yang sedang mengalami perubahan setelah pergantian pelatih serta aktivitas transfer besar sepanjang musim panas 2026.
Hubungannya dengan Enzo Maresca dapat membantu proses adaptasi karena keduanya sudah saling mengenal.
Maresca mengetahui karakter teknis Fernandez, sementara sang pemain telah memahami sebagian prinsip sepak bola yang digunakan pelatih asal Italia tersebut.
Pertanyaan berikutnya berada pada posisi yang akan diberikan kepadanya.
Enzo dapat digunakan sebagai pengatur serangan dari lini kedua, ditempatkan lebih dalam untuk mengontrol distribusi, atau diberikan kebebasan bergerak menuju kotak penalti.
Setelah menghasilkan 15 gol pada musim terakhirnya di Chelsea dan memainkan peran penting untuk Argentina di Piala Dunia 2026, Enzo tiba di Manchester City sebagai pemain yang sudah matang secara pengalaman meskipun usianya masih 25 tahun.
Perjalanan dari akademi River Plate, Defensa y Justicia, Benfica, Chelsea, hingga Manchester City juga membuat karier Enzo bergerak sangat cepat. Kini sorotan beralih pada bagaimana ia menggunakan kemampuan mengumpan, mobilitas, ketenangan menguasai bola, serta peningkatan produktivitas gol untuk mendapatkan tempat utama di lini tengah klub barunya.
